pacar pendek bukan aib

Sabtu, 15 Sept 2007,
Pacar Pendek Bukan Aib
sumber : jawapos

Selama Saling Cinta, Pantang Malu
CINTA itu datang dari mata, baru turun ke hati. Pepatah barusan mungkin sudah biasa. Nah, apa jadinya ya kalau pepatah tersebut dimodifikasi menjadi, cinta itu munculnya dari hati, baru naik ke mata? Siapa yang setuju? Kalaupun banyak yang nggak setuju, seengaknya ternyata udah ada sejumlah kecil responDet cewek (9,3 persen) yang menganut pepatah itu lho!

Berbeda dengan cewek kebanyakan, saat memutuskan pacaran dengan cowok, mereka nggak terlalu ambil pusing dengan casing alias fisik. Ukuran tinggi badan yang lebih pendek pun tak mereka anggap menjadi masalah.

Alasan mereka macem-macem. Paling banyak mengaku emang doyan cowok yang lebih pendek (61,2 persen). Ada juga yang beranggapan bahwa cinta nggak diukur dari fisik (24,5 persen) dan menyadari cowoknya punya kelebihan yang lain (10,2 persen).

Febrina Anggraeni Putri di SMAN 10 adalah salah seorang di antara mereka. Saat masih kelas satu, Febrina pernah berpacaran dengan cowok yang lebih pendek daripada dirinya. “Buatku, fisik nggak masalah. Apalagi, cowokku itu anaknya baik dan pengertian banget. So, rasanya nggak adil kalau nolak dia hanya karena tinggi badannya yang nggak normal,” ungkapnya.

Menurut jangkung berzodiak Pisces ini, cinta nggak diukur dari fisik. “Daripada punya cowok yang tinggi, ganteng, tapi sifatnya nggak keruan! Tul, nggak?” jelas Febrina lagi. Meski begitu, Febrina nggak memungkiri bahwa dia sempat merasa malu punya pacar lebih pendek. “Awalnya memang agak gimana gitu. Tapi, lama-lama jadi biasa. Apalagi, lingkunganku juga bisa nerima dia,” katanya.

Hal senada diungkapkan Aulia Hartati di SMA Giki 2. “Waktu kelas satu, aku punya pacar yang lebih pendek daripada aku,” ujarnya. Saat ditembak cowok itu, Aulia sempat ragu. “Tapi, gimana lagi. Namanya udah suka! Fisik sih nomor dua!” tuturnya.

Mulanya, Aulia mengaku malu tiap kali jalan dengan cowoknya. “Apalagi, banyak yang berkomentar tentang hubunganku sama dia. Selalu aja ada yang bilang, kok mau sih punya pacar pendek! Jujur, kuping ini rasanya sempet panas juga dengernya. Tapi, aku berusaha cuek,” tambahnya.

Menurut Hanum Mahfiati di Unair, cinta itu nggak bisa diukur dari fisik. Nggak cukup kalau kita hanya melihat cowok dari luarnya, lebih penting hatinya. “Nggak muna sih, seringnya kita pasti ngelihat orang dari penampilan fisiknya. Tapi, sebenarnya ada yang lebih penting! Hati mereka,” ungkapnya.

Hanum sendiri pernah pacaran dengan cowok yang lebih pendek daripada dirinya. Waktu itu, dia masih duduk di kelas tiga SMA. “Kalau boleh jujur, awalnya dia memang cuma tempat pelarianku. Aku pun sempet malu pacaran sama dia. Tapi, nggak tahu kenapa, lama-lama aku jadi suka beneran,” cerocos penyuka warna ungu ini panjang lebar.

Terakhir, ada Wiwin Ariyanti di ITATS. Beda dengan yang lain, dara berjilbab ini nggak pernah punya pacar yang lebih pendek. “Kebetulan aja, aku selalu dapat yang tinggi,” candanya. Lantas, kira-kira gimana ya kalau suatu saat kamu punya cowok yang lebih pendek? “Buatku sih, tinggi atau pendek nggak jadi soal. Yang penting, sifatnya baik dan bisa membuatku merasa nyaman berada di dekatnya,” cuap Wiwin. (rfa)

jadi…. meskipun kurus…. tapi aku baik lhooo… halah! :p

    • No Related Post
bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark
tabs-top

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment