Flanella

saya terima nikahnya pujaan hatiku pilihannya
dengan mas kawin seperangkat alat sholat
ditambah dengan mahar sebesar seratus ribu rupiah
dibayar tunaaiiii…..


untuk menemani pagi ini jaga warnet, aku mencoba mencari-cari lagu yang kira2 enak untuk diputer. aku liat di data server di folder lagu baru 2009, ada folder menarik berisi album flanella. hhmmmm… lama juga rasanya aku gak mendengar lagu2nya flanella, ada beberapa cerita di masa lalu yang membuat aku jadi… agak ada rasa penolakan untuk memutar lagu2nya flanella hehehe.

mencoba merefresh memori beberapa tahun lalu, saat saya masih memiliki idealisme bermusik… saat itu aku bener2 benci dengan lagu2 yang super mellow kaya gini heheh. tapi jujur di hati terdalam saya juga menyukai lagu2 yang meneduhkan… yaahh meskipun dengan wajah luar yang mengatakan jijik, tapi emang dalam hati menyukainya. dan saat ini.. saat saya telah membebaskan pikiran dan perasaan.. dan tanpa malu juga bermusik dan menciptakan lagu2 mellow… saya jujur mengakui bahwa lagu2 flanella enak dan cukup nyaman didengar.

dan dengan jujur pula saya katakan bahwa lagu2 flanella lebih komersil dibanding lagu2 roulette [btw nama saya muncul di thanks to albumnya roulette hehe], yang testimonialnya pernah juga saya tuliskan di blog ini. tapi ini hanya sebatas penilaian saya pribadi lho, pasti tiap orang punya preferensi yang berbeda, dan itu hal yang wajar. kalo menurutku karakter vokalnya pendik ini emang unik, meskipun melengking dan tipis tapi gak lepas nadanya. cuman gak tau gmana performance live nya, pernah dulu nonton sekali pas launching di abm, boleh.

kupikir tipikal orang indonesia itu suka band pertama dengan musiknya, mesti enak didenger. lalu dengan vokalisnya mesti bener2 menjual dan enak ato tidak, terakhir baru band atau orang2nya cakep, menjual ato nggak. nah kalo vokal.. orang gak akan liat bagaimana teknik dia bernyanyi bener ato nggak, tipis ato ndak, karena orang pada umumnya lebih tertarik dengan keunikan vokalis itu bernyanyi.

terakhir, saya cuman pengen nulis bahwa terlalu banyak mengkonsumsi keromantisan itu kurang baik, karena berpotensi untuk membutakan pikiran. pada dosis tertentu, aku rasa dapat secara tak sadar membentuk psikologis kita menjadi cengeng, melihat sesuatu hanya dari sisi2 indah2nya saja. sebaliknya menjadi over cuek dan membenci hal2 romantis juga tidak baik, karena akan mengikis sisi2 humanis yang sebenarnya tiap manusia juga memiliki. yang pasti dalam kehidupan selalu ada dua sisi yang bertolak belakang, yang dua2nya memiliki peran untuk membangun mental kita menjadi lebih baik.

saya lagi denger lagunya berjudul “sah”… heheh simpel, easy listening, dan lucu :p. pengen hahahaha…. kapan ya bisa sah?? hehuehuehu. tapi menyebalkannya… lirik nya bilang 3 tahun berpacaran, gw molai aja blum… so how??!! hehehe…

    • No Related Post
bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark
tabs-top

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment