Gairah akan alam

Dunia Bawah Laut Pulau Derawan, Inspirasi Buku Silent Symphony

Lihat 460 Karang, 870 Ikan, atau Sekadar Bermain Penyu Hijau

Penyelam internasional Tony Wu dan William Tan mampu menyihir penyuka bacaan dunia bawah laut lewat buku Silent Symphony. Yang ingin mengalami langsung deskripsi dalam buku tersebut bisa mencoba bertualang di Pulau Derawan, yang masuk wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Sebab, pulau itulah yang menjadi inspirasi dua penyelam tersebut sebagai bahan tulisan di buku itu.

Tidak terlalu sulit mencapai pulau tersebut. Dari Jakarta, Surabaya, Jogja, atau Denpasar, pengunjung bisa terbang langsung ke Balikpapan. Lama perjalanan sekitar tiga jam. Perjalanan dilanjutkan menuju Tanjung Redeb dengan pesawat terbang sekitar 40 menit.

Begitu mendarat di Bandara Kalimarau, Berau, perjalanan dilanjutkan lewat jalur darat sekitar 2,5 jam menuju Pulau Derawan. Bisa juga lewat jalur air dengan menyusuri sungai.

Atraksi utama di lokasi wisata itu adalah menyelam (diving) dan snorkeling. Ada beberapa resor (tempat peristirahatan) yang menawarkan paket menyelam atau snorkeling lengkap dengan peralatan. Tarifnya sekitar Rp 400.000. Namun, nilai tersebut terbayar dengan keindahan dan eksotisme kehidupan bawah laut pulau tersebut.

Menurut instruktur selam BMI Dive Resort Made, terdapat lebih dari 460 jenis karang di kawasan Pulau Derawan. Kalau itu belum cukup menarik, tercatat 870 jenis ikan dengan bentuk dan warna indah yang tergolong langka.

Sebut saja kuda laut pygmy yang sangat kecil atau pari manta raksasa. Jangan terkejut jika bertemu dengan rombongan pari manta yang terdiri atas puluhan ekor pas menyelam. Pari jenis tersebut memang biasanya mencari makan secara berombongan.

Jika beruntung, bisa saja pengunjung berpapasan dengan pari biru (manta rays) yang lebarnya bisa mencapai 3,5 meter. Bisa juga yang lebih besar lagi, pari hitam dengan bentang sayap sampai 6 meter.

Sekali saja mengunjungi dan menyelam di perairan Pulau Derawan sepertinya memang tidak cukup. Sebab, tersedia 28 titik untuk menyelam yang sudah teridentifikasi. Setidaknya, diperlukan waktu sepuluh hari jika ingin menyelam di seluruh titik tersebut.

Yang tidak punya cukup nyali untuk menyelam lebih dalam bisa menikmati biota laut yang agak dekat dengan permukaan. Di kedalaman 5 meter, sudah bisa ditemukan cumi-cumi, lobster, ikan pipa, gurita, kuda laut, belut pita, dan ikan scorpion.

Sedikit lebih dalam lagi, terlihat karang yang dikenal sebagai Blue Trigger Wall. Nama keren itu disematkan karena karang sepanjang 18 meter tersebut menjadi habitat ikan trigger yang bergigi merah. Karang itu memang eksotis. Yang tidak berminat menyelam bisa bermain bersama penyu hijau. Hewan tersebut mudah ditemukan di pinggiran dermaga.

Pulau Derawan masuk dalam gugusan beberapa pulau, yakni Sangalaki, Kakaban, Maratua, Panjang, Samama, dan belasan pulau kecil lain. Pulau Derawan hanya sebagian kecil di antara ratusan pulau di pesisir timur Kaltim yang berjumlah 248. Dari jumlah itu, 138 pulau belum memiliki nama. Sedangkan dua pulau di antaranya, Sipadan dan Ligitan, kini menjadi milik Malaysia. (kaltim post/jpnn)

courtesy : jawapos.com
url : http://www.jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=73624

catatan : selalu.. tangan saya selalu berkeringat jika membaca tulisan2 seperti ini… menandakan ada gairah yang timbul. satu hari nanti… saya akan berkelana menjelajah bumi indonesia. ya pasti… suatu saat nanti. saya simpan mimpi2 ini, untuk saya wujudkan di suatu saat yang tepat. segalanya akan indah akan pada waktunya….

    • No Related Post
bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark
tabs-top

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment