Jam 22.40 aku baru saja terbangun, hmm… sejak jam 18.00 sore tadi aku tertidur dan benar-benar sangat pulas. Entah kenapa, aku merasakan pusing berat sejak selepas sholat maghrib hari ini tadi. Cukup mengherankan.. karena jarang sekali aku merasakan sengantuk dan sepusing ini. Mungkin ini adalah efek beberapa hari aku turun tangan di warnet lagi padahal aku masih sedang sibuk2nya dengan pekerjaan konstruksi.
Asyik
Puff… melelahkan memang, tapi syukurlah masih mengasyikkan. Kata-kata “asyik” ini rasanya sengaja memang untuk saya sematkan, karena saya memang berusaha membangun pikiran-pikiran positif di tengah kesibukan saya. Karena kalau tidak, sudah dipastikan saya ilfill dan kalah sebelum berperang… dan itu seharusnya tidak terjadi.
Pengecoran
Hingga saat ini pembangunan Ngopienet Hotspot sudah nyaris selesai untuk periode pemasangan bekisting. Mungkin tinggal sedikit sentuhan saja untuk menyelesaikan bekisting lisplank. Saya telah memutuskan untuk pengecoran saya akan menggunakan ready mix, yang kira-kira total keseluruhannya perlu 4 buah truk molen. Saya hitung kasar kira2 memerlukan 15 meter kubik cor. Pekerjaan pengecoran dengan menggunakan ready mix ini sedikit lebih mahal tapi masih efektif dalam segi biaya untuk pengecoran diatas 12 meter kubik (menurut informasi teman saya yang berprofesi pemborong). Karena dengan menggunakan ready mix maka tidak membutuhkan banyak tukang, dan kualitas cor2an lebih terjamin. Salah satu hal yang membuat pengecoran dengan menggunakan ready mix lebih mahal adalah karena harus menyewa concrete pump yang harganya cukup mahal per sekali sewa.
Resiko
Hmmm… kalau dipikir2 dari pengalaman yang lalu2, tidak ada yang tidak beresiko dalam pekerjaan saya. Hampir semuanya beresiko tinggi, terutama beresiko dalam hal pendanaan. Seperti contohnya pengecoran untuk bakalan Hotspot ini. Dibilang ada uang, yaa hanya ada sedikit uang. Yang penting sambil jalan, sambil projek berjalan.. sambil nabung dan cari selintutan (mengadopsi istilah ibu saya). Maksudnya mengumpulkan setiap uang dari setiap rupiah. Untunglah semua proses bisa berjalan lancar, meskipun detik-detik akhir ini adalah detik yang paling mendebarkan. Projek tinggal sedikit lagi dan membutuhkan banyak cadangan dana untuk pengecoran.. tapi keadaan keuangan sedang berjungkir balik dalam titik terendah karena mahasiswa sedang liburan semester.
Impian
Belum selesai satu permasalahan yang sedang saya hadapi, sudah mulai tumbuh lagi impian2 saya yang lain. Saat ini yang sedang saya pikirkan terus menerus adalah.. saya ingin berbisnis agro! Entah peternakan atau pertanian. Tapi yang paling saya lirik saat ini adalah peternakan, tapi motivasi dan ceritanya bermula dari pertanian. Nah lho… membingungkan. Beberapa saat lalu saya sempat rekreasi bareng teman saya Anggi ke cangar batu, dan disana sempat mampir ke toko bunga. Saya saat mengantarkan kesana, saya tidak tertarik oleh bunga2nya, tapi saya tertarik dengan harganya! hehe. Berkali2 saya lihat tanaman berharga ratusan ribu bahkan jutaan. Nah… kalau tanaman aja berharga sekian dalam satu pot kecil, dan harganya terus bertumbuh dengan semakin besarnya tanaman itu tadi… bisnis ini mungkin bisa disamakan dengan bisnis properti/tanah/rumah. Harganya semakin bertumbuh!. Saya tertarik. Belakangan saya mempelajari bisnis agro dengan membaca banyak buku di gramedia, dan sepertinya pinangan saya.. untuk bisnis ternak saja, lucu kali ya. Bisa foto bareng kambing, halah!
Nekat dan Doa
Lucunya, meskipun otak telah dan selalu membangun pikiran-pikiran konstruktif, ingin ini dan itu, segera terselesaikan semuanya dengan baik… tapi seringkali keadaan sebenarnya tidak mendukung itu. Uang tidak cukup, tenaga tidak mampu untuk menangani, sumber daya tidak mampu, skill tidak mencukupi, dll… puffff. Tapi ya sudahlah.. kupikir setiap orang sudah dianugerahi kemampuan belajar dan menganalisa sesuatu, menjalani dan berjuang dengan badan dan pikiran apa yang diinginkannya, dan terakhir saat sudah tidak ada jalan.. manusia masih memiliki kemampuan NEKAT dan DOA yang seringkali itu mematahkan teori2 analitis itu tadi. Jadi… ya sudah, terus saja, terus berjalan dan berlari. Sesuatu yang indah akan terungkapkan pada saatnya nanti.
Bersyukur
Diatas pencapaian apapun yang kita raih di dunia ini, baik sukses, gagal, bahagia, sedih, gembira, kaya, miskin… seharusnya “bersyukur” selalu menjadi landasan. Karena bersyukur bukan karena kita bahagia, tapi dengan bersyukurlah.. yang menjadikan kita bahagia. Tidak masalah apapun yang terjadi, toh kita telah memberikan yang terbaik untuk kehidupan kita, dan itu sendiri adalah pencapaian luar biasa yang patut kita syukuri. Bersyukur setelah melakukan apa yang terbaik yang kita mampu.
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL
Ohh.. bagus kali kawan cara berceritanya…
Setuju Kawan, bersyukur harus selalu menjadi landasan…
*berharap blog ini update terus..
SAlam Perantau™